Tampilkan postingan dengan label Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2023

MENGHIDUPKAN KEMBALI

 Tidak untuk menulis apa-apa kecuali teringat dulu aku punya blog yang tak terurus.

Pas saat ulang tahun ini kepikiran menghadiahi diri sendiri dengan menghidupkannya lagi. Iseng sih.... tapi barangkali manfaat khususnya untuk diri sendiri, curhat ke diri sendiri saat tak ada yang mendengarkan ya ga sih.... ya gitu lah...
Untuk sedikit memberi bobot okelah... sedikit puisi di kepala ku muntahkan di sini aja kali ah...



Aku lupa tentang apa hari ini
Sampai kusadari diri setengah emosi
Setengah sabar setengah gila
Setengah semangat setengah bahagia

Kepribadian es campur entah tahu campur
Kepribadian seblak entah martabak
Yaa...
Ternyata ini harinya
Tengah di tengah



Kalam Pena, 15 Juni 2023

Rabu, 15 Juni 2011

PENTUNGAN DI HARI ULANG TAHUN

Masih banyak tanda tanya yang belum dijawab kedunguanku

Meraba-raba tak pantas lagi dengan tangan yang kaku

Mengintip mustahil dengan mata terpejam

Tanda tanya di kepalaku ingin rasa kupukul dengan palu

Tapi yang ada paluku terbuat dari bara

Ah….terlalu ngeri untuk membayangkannya

Tanda tanya di kepalaku riang menari dan beranak pinak

Sama dengan kedunguanku yang semakin tolol

Dengan apa kiranya bisa kupecahkan

Oh iya….Aku ingat sesuatu yang belum kucoba

Dan selama ini selalu tak terlintas dalam benak

Yah… tanda pentung ---- > !!!!

Kupentung saja tanda tanya itu

Ia kabur terbirit bak kuda kecepirit

Lalu berubah menjelma kata yang kini kau baca.

Senin, 30 Mei 2011

PEMABUK TERMINAL

Dua hari yang lalu....

Pemabuk yang tak asing kulihat di sebuah terminal

Seperti biasanya ia lunglai dalam keadaan mabuk

Yang berbeda adalah biasanya ia mengoceh mebuat para penumpang takut

Tapi kali ini ia hanya tertatih lunglai di pelataran

Matanya merah dengan pipi mengkerut

Dirabanya pagar besi untuk berpegangan

Dia goncangkan pagar yang tak lagi kekar itu

dengan sisa tenaganya dan menangis.....

Aku hanya mengintip dari jendela kusam

semakin keras tangisnya, semakin berdentang pagarnya

Telapak tangannya ia taruh di dada seperti halnya penyair pilu ditinggal mati sang kekasih

Atau seolah penyanyi yang hendak membawa penonton pada suasana hatinya

Dalam hati kubertanya

Si pemabuk ini....apa gerangan yang terjadi?

Jalan seperti apa yang membawanya pada pelarian tanpa belas kasih?

Mungkin juga....ia korban perihnya penghianatan

Entahlah...

Yang kutahu ia terlalu jauh menambah beban atas beban

Kudoakan, ada tangan Tuhan mengangkat wajahnya

Dan membuka mata untuk melihat dunia nyata.

Jumat, 18 Maret 2011

SEMPURNA

Apa yang kurang dari lampu yang bercahaya?

Apa yang kurang dari mawar yang harum?

Tak ada....

Sudah tugasnya lampu menerangi dengan cahaya

Dan sudah selayaknya mawar berbau harum


Apa yang kurang dari malam yang melindungi?

Apa yang kurang dari awan yang meneduhkan

Tak ada....

Keduanya memberikan rasa aman saat dibutuhkan


Upss...Ada...Mereka mengkritik

Lampu tak harum dan bunga tak bercahaya

Malam membutakan dan awan membuat malas

Sanggahan apa itu? ngawur...!!!

Tapi baiklah, anggap saja benar


Sekarang....

Kubertanya tentang kau gadisku....

Apa yang kurang tentangmu hai pujaan

Bisu, semua diam....

Dan serempak mereka teriakkan

"SEMPURNA!!!"

Ya....kau memang gadis sempurna.

BELAJAR DARI KUCING HITAM

Kucing hitam berdiri di atas tembok hendak menerkam

Kuku-kuku tajam telah disiapkan

Bersama taring dari muka geram nan seram

Mundur....

Ia mengancang-ancang hendak melompat

Satu kaki maju ke depan

Tapi sang cicak lari duluan

Kucing hitam mengernyitkan dahi dan terkekeh

"waduh piye iki?" gumamnya dalam hati

Rasa lapar melupakan kesadaran dirinya yang tak bersayap

Mundur....

Dan terbang melesat tanpa rasa takut

"Awww..." ia menjerit menumbuk kerasnya atap dinding

Terjatuh dan terkekeh....

Tak menyerah berdiri lagi di atas tembok tuk kali kedua

Kuku dan taringnya semakin menyala

Mundur...maju..., mundur...maju, mundur juga akhirnya...

Ia terkekeh lagi mengingat kegagalan

"Miaww...miaww...miaww..." ia tak mengeong

Turun dan melenggang pergi bersama laparnya

Saat itulah ku yang menyaksikan tahu arti dari tiga miaww-nya

"SADARI DIRI, JANGAN TERBANG JIKA TERCIPTA TAK BERSAYAP"

Tapi kemudian ku ragu benarkah artinya seperti itu

Kini akulah yang terkekeh....

Karep ah...koyo'e yo ngono

Lagi-lagi terkekeh....

Dan tanpa kusadari....

Ternyata pembaca ada juga yang ikut terkekeh..

Kekekek,,,,kakakakk....wakakawawakk...

Selasa, 13 April 2010

MAZZZZAAAALLLAAAAHHHH

Kehidupan memang selalu padat dengan permasalahan
Tak cukup dalam kehidupan itu sendiri
Permasalahan menjejjal memadati otak pikiran, juga hati
Ia seperti lalu lintas kota Jakarta
Seperti urat-urat saraf bagi dokter bodoh
Seperti kabel merah hitam biru bagi penjinak bom
Semakin hari semakin padat menyesakkan
Dan amat disayangkan…
Bagi kebanyakan manusia…,Penyelesaian lebih sulit
dari sekedar membangun istana pasir di tepi pantai
Tentu saja bukan meragukan wahyu agung
“Ada banyak jalan untuk satu permasalahan”
“inna ma’al ‘usri yusroo, fa inna ma’al ‘usri yusroo..”
Namun bagi yang tahu bahkan si yakin pun
Jalan jawaban tak semudah mengurai benang kusut
Ia lebih samar dari hantu bagi orang modern
Apa yang harus dilakukan??!
Tentu saja keyakinan “BISSSSAAA”
Karena kita adalah bocah yang harus dewasa
Dan kita merupakan pencipta masalah
Maka kita juga penyelesai masalah
Itula tugas manusia dalam kehidupan.

Jumat, 18 Desember 2009

HIDUP SEIMBANG (TERUSAN)

Pada kesempatan kemarin, saya mendapat kritikan dari teman kita bang Zenggot (Aziz) bahwa tentang اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا yang saya pernah tulis pada kesempatan yang lalu itu bukan makna aslinya. Menurutnya, makna dari hadis itu bukan petunjuk cara hidup seimbang, bagaimanapun itu tidak bisa, karena ada ayat WAL AKHIROTU KHAIRUL LAKA MINAL ULA...
Menurut bang zenggot, artinya adalah bahwa kegiatan yang dimaksud adalah amal dunia itu seakan hidup selamanya dengan maksud amal dunia itu bisa ditunda-tunda, sedangkan untuk akhirat seakan-akan mati esok hari artinya amal untuk akhirat tidak bisa ditunda-tunda, lakukan dengan segera.
Matur Teng Qyuh bang Zenggot.

Minggu, 06 Desember 2009

HIDUP SEIMBANG

Siapa yg belum pernah mendengar:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا

(kalo salah harap dibenarkan), kurang lebih artinya beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya,dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari.

Maksudnya, kita diharuskan agar dalam kehidupan ini kita lakukan dengan seimbang. Orang yang hanya sibuk mencari harta tidak heran menjadi semakin rakus karena di hatinya gersang tanpa pengadem-adem (penyejuk-red). Begitupun sebaliknya, orang yang hanya sibuk salat,zakat tanpa beramal tidak akan menjadi manusia sukses.

Lalu bagaimana cara hidup seimbang itu? Apakah 12 jam untuk dunia dan 12 jam untuk akhirat. Ooowwh...tanpa menyalahkan pendapat yang mengatakan demikian, dengan duration system, coba kita renungi. Sulit, sulit sekali untuk membagi seperti itu, karena tidak ada istirahat jika demikian.

Mari pahami ayat ini:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

Saya yakin ayat ini begitu familiar,namun pemahaman sering kali datang tidak seketika.

Dikaitkan dengan hidup seimbang di atas, salah satu pemahamannya adalah terkait dengan ayat ini. Ternyata, lebih tepat keseimbangan hidup itu adalah dengan melakukan semua aktifitas dengan niat ibadah.

Dengan begitu, aktifitas hidup kita di dalamnya mempunyai 2 komponen, amal dunia dan ibadah.

Lantas bagaimana jika ibadah murni seperti salat, puasa dsb,di mana komponen dunianya?

Owwh...jangan salah, gerakan salat itu bisa dimanfaatkan untuk olahraga, puasa berguna untuk kesehatan, zakat/ infak/ shadaqoh/ berguna untuk kehidupan bersosial.

So, mari tingkatkan...yuk...

NB: Tulisan ini hanya sekedar pendapat pribadi, yang mencoba mengaitkan Ayat dan Hadis. Jika ada kekeliruan, mohon koreksi.

Rabu, 25 November 2009

PADI - AKU BISA MENJADI KEKASIH

Segalanya kan bisa menjadi baik
Jika kita tak saling menyakiti
Apapun yang sudah terjadi
Bilakah kita harus merelakannya

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu...kepadamu...

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu

Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih baik dengan berbicara
Bukakankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu...kepadamu...

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu

Senin, 23 November 2009

BERANIKAH KAU ??

Aku berdiri di bawah tiang
yang rindu sejak lama akan leherku
terimakasih....
terimakasih atas luka yang kau suguhkan
menggerogoti sampai remukkkan tulang

Kupandang langit
Di sana terhampar harapan-harapan kecilku
yang lama kutebar melewati harumnya bangkai
kini semakin pudar tertutup awan-awan kematian

Semoga....
semoga tali yang tiangmu terlalu kuat untuk menggantungku
Semoga....
Terhapus luka sedihmu atas duka yang kuberi
Semoga....
semoga kepuasan menjadi hadiah utama untukmu

Siap!!!
lingkarkan saja tanpa sungkan
yakinkan dirimu tuk berani
Karena jika tidak
sesungguhnya kau mnyiapkannya untukmu sendiri.

DARAH

Tak pernah ada kata henti
dan tak ingin aku hentikan
Karena akulah darah kehidupan

Orang katakan amis
atau labelkan anyir
terserahlah...
Karena akulah darah kehidupan

Telah cukup ribuan drakula menghisap
dan menggerogoti sampai tulang
tapi aku akan terus mengalir
karena akulah darah kehidupan

Tak peduli berapa lagi drakula menanti
atau jagal menunggu leherku
Jalanku tetap ini, di depanku...
Maka ku kan tetap melangkah tak henti
Karena akulah darah kehidupan

Minggu, 22 November 2009

MY SLANK - CINTA KITA

Jangan dengarkan orang bicara
jangan ikuti orang mengarah
mereka cuma sirik sama kita

percuma omongan orang dipercaya
percuma banyak mulut-mulut berbisa

Mereka hanya sirik dengan cinta
oh cinta kita

Cinta kita tak kan terbelah
walau banyak cerita cerita
yang gak mengasyikan
Cinta kita tak kan terpecah
walau penuh kisah dan kisah
yang coba tuk menghancurkan kita

Acuhkan nada sumbang yang ga jelas
acuhkan suara pengadu domba
mereka selalu sirik dengan cinta
oh cinta kita

Cinta kita tak kan terbelah
walau banyak cerita cerita
yang coba tuk menghancurkan kita

Selasa, 27 Oktober 2009

ORANG BESAR?

"Saat kau ingin tahu sebesar apa
kasih sayang kekasihmu
Maka rasakanlah sendiri saja
Sebesar apa kasihmu untuknya"

Orang besar berkata seperti itu
Orang besar juga berkata
"Saat kau merindukannya
Itu berarti iapun merindukanmu"

Yaaa....
Orang besar benar
Dan salah bagiku seorang yang kerdil
Yang tak beruntung

Aku mengasihi sebesar gunung
Hanya bola angin yang kuterima
Aku merindu sehebat badai antartika
Hanya secuil tiupan kecil yang kurasa

Jika begitu, seperti apakah orang besar itu???

Senin, 26 Oktober 2009

SUBHANALLAH

Telah Tuhan jadikan engkau

Sesempurna bulan bintang

Sebagai simbol dari keagungan-Nya

Hati siapa yang gelisah

Amarah siapa yang tak terkendali

Reda seketika saat di dekatmu

Engkaulah arti kecil namun sesungguhnya

Tiada kata secuilpun dapat mengingkari

Betapa embun ada dalam matamu

Jangan….

Jangan kau tundukkan wajahmu

Berbagilah denganku kesejukan itu

Lengkapi daku dengan pandang sendumu

Kamis, 09 Juli 2009

TUKIKAN HIDUP

TUKIKAN HIDUP

Sejauh aku memandang kehidupan diri

Tak pernah kumerasa berbelok arah setajam ini

Menukik begitu sadis saat kuhendak mencapai puncak

Saat ni..

Kumasih dalam tukikan itu

Dalam waktu tak lama aku pasti sadar

Bahwa ku tlah jatuh tersungkur di dasar hina

Kutakut tak bisa bangun lagi

Kutakut tak mampu berdiri lagi

Aku takut…

Sedang kehidupanku masih terasa tersisa panjang.

Apa yang kubangung kuingin menikmatinya

Apa yang kulalui dengan perih dan kepedihan

Ingin pula kumenikmatinya

Rabb…

Aku yang kecil ini memohon pertolongan agungMu

Aku yang rendah ini memohon angkatan tinggiMu

Aku coba terima walau berat terasa

Aku coba pasrah walau belum kutemukan hikmah

Semoga aku tak terusir sebagai hambaMu

Semoga aku masih kau akui sebagai kesayanganMu

Kamis, 25 Juni 2009

AAAAAHHH.......

Hampir bisa kau jelajah apa yang ada di jiwa ini

Asingkan waktuku untuk mencintaimu

Telah dekati semua ini….

Kau coba sentuh larasku untuk berjalan melangkah

Menatap satu arah cinta bersamamu

Biarlah diriku seperti ini

Buatlah hatiku, jadikanlah dirimu

Hentikan waktu di relung hati

Cahayapun mulai hilang gelapkan alam

Terang bintang indahkan sunyi langkah demi langkah

SANGGAH HATIKU

SANGGAH HATIKU

Hembusan angin sore ini

Mengingatkan kebersamaan kita di waktu itu

Saat berteduh di bawah damainya taman kapuk

Engkau bersandar di pundak tegarku

Sambil memanja tawa cerahkan suasana

Masih dapat kurasakan

Hembusan nafas dedaunan padi

Yang bergoyang bersorak ria

Turut memuji kemesraan yang kita miliki

Begitu mesra begitu eratnya

Di antara hembusan angin sore ini

Aku resapi indah dari serpihan cinta lalu

Sedikit tetesan air mata dari pelupuk

Sebagai sisa tangis bahagiaku saat bersamamu

Tertuang di sisa hati yang terluka

Masih aku sangkal inilah kenyataan

Tak ku percayai aku kau tinggal pergi

Aku masih tak percaya

Saat ini kusendiri tanpa kau di hati

Aku masih tak menerima…

Senin, 08 Juni 2009

TAHAAAAAAAN......

Keberadaan kasih sayang selalu tetap seperti atap

Yang tahan panas dan hujan

Berkarat namun masih sekeras besi

Yang disayangkan adalah ketidakpastian

Untuk apa atap diciptakan

Dan untuk apa besi diadakan

Kesungguhan saat ini sesungguhnya kesungguhan malang

Yang belum mampu membangkitkan

Terlebih menggantikan

Merobek langit jua belum tentu temukan jawaban

Kasih sayang menjadi seperti kebodohan.

KAU AKU-KU

Aku tertawa atas tawamu

Tanpa kuusahakan

Aku menangis atas tangismu

Tanpa kuusahakan

Apa yang aku alami

Tanpa kuusahakan

Apa yang aku rasakan

Tanpa kuusahakan

Guyuran kasih sayang untukmu

Tanpa kuusahakan

Itu tak kuusahakan

Hanya mengikuti petunjuk kecilku

Aku bukan lagi aku

Meski engkau tetap engkau

Itu tak kusalahkan

Demi rasa yang kurasa

Bukan rasa yang kau rasa

Minggu, 17 Mei 2009

KANGEN VS RINDU

Pagi ini WC memberikan inspirasi tentang apa itu kangen dan rindu. Menurut pemahaman yang kudapatkan itu, KANGEN hanyalah sekedar keinginan mengulang kembali peristiwa yang lalu sedangkan RINDU tidak mesti seperti itu, karena RINDU biasanya lebih pada keinginan yang ingin di capai yang belum ada di masa lalu. Setuju ataupun tidak, silahkan pembaca kirim Comment, kita sharing.